What's new
GadisMalam.Net

Register a free account today to become a member! Once signed in, you'll be able to participate on this site by adding your own topics and posts, as well as connect with other members through your own private inbox!

  • Guest BUATLAH THREADS PADA CATEGORY YANG DI SEDIAKAN
    Segala Bentuk Spam Akan di Hapus Secara Keseluruhan Threads & Post, Bantuan Email : FORUMSODASUSU@GMAIL.COM
    CEK EMAIL VERIFIKASI REGISTER DI FOLDER SPAM
Live Casino Sbobet Online Judi Poker Domino 99 ituQQ Situs Sbobet Online Bandar Poker Sakong BandarQ Online

Ada Romansa Diantara Kita

dagulancip

New Member
Joined
Mar 23, 2015
Messages
861
Reaction score
0
Points
0
Kisahku ini berawal dari kenangan bersama seoarang
gadis yang bernama Lia,
yang berusia 23 tahun dan
berstatus sebagai seorang
mahasisiwi dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta.
Saat itu Lia yang sedang
mengadakan liburan di sebuah
tempat pariswisata yang
terkenal dengan wisata
pegunungan dan pantainya di
sebelah timur pulau Bali,
tanpa sengaja bertemu
dengan diriku yang menjadi
seorang pemain musik di cafe.
Pertemuan itu sendiri terjadi
di internet cafe, yang
kebetulan saat itu aku
sedang mengetik beberapa
lagu-lagu karanganku sendiri
yang sengaja aku simpan di
folder mailku.
Lia saat itu sedang mencari
informasi tentang tujuan
wisata yang ada di daerah
itu, namun sampai beberapa
saat sepertinya Lia tidak
menemukan apa yang dia cari.
Dengan sangat sopan dan
ramah Lia memulai
percakapan dengan
menanyakan tempat-tempat
yang bagus buat di kunjungi
ke padaku.
"Maaf apakah anda tahu
tempat-tempat wisata
unggulan daerah ini?" tanya
Lia tiba-tiba.
Aku yang saat itu duduk
berjarak 2 meja darinya
terkejut oleh pertanyaan
spontan itu.
"Anda bertanya kepada
saya?" tanyaku kemudian.
"Iya, maaf kalau mengejutkan
anda!" Ujarnya kemudian.
Dengan sedikit gugup,
kemudian aku menjawab
pertanyaan Lia, karena saat
itu juga aku masih serius
dengan file-file aku.
"Di daerah ini yang menjadi
primadona wisatanya adalah
pegunungannya, kedua wisata
pantai yang menawarkan
pemandangan bawah air yang
terkenal dengan karang
birunya, setelah itu wisata
budaya yang menampilkan
objek rumah adat daerah ini,"
terangku kemudian.
Mungkin karena penjelasan ku
cukup menarik buat Lia,
dengan raut muka yang
ramah, kemudian dia duduk di
sebelah mejaku yang tanpa
dia sengaja juga dia telah
memandangi monitor di
depanku yang saat itu
terpampang file dari lirik
lagu-lagu karanganku yang
saat itu sedang aku print.
"Kamu mengarang lagu sendiri
yah?" tanya Lia lagi.
"Iya, kebetulan aja aku
pemain musik di cafe dan
suka menulis lirik lagu,"
terangku lagi.
"Boleh aku baca lirik lagu-lagu
kamu?" sahut Lia kemudian.
"Silakan, dengan senang hati,"
lanjutku dengan menarik kursi
di sebelahku dan
menyodorkan kepada Lia,
yang saat itu sedang berdiri
di sampingku.
Setelah beberapa saat Lia
membaca semua lirik lagu-lagu
aku dengan serius, tak lama
Lia berkata, "Kamu menulis
kisah pribadi kamu menjadi
lirik lagu yah?" tanya Lia lagi.
Yang kemudian aku timpali
dengan tersenyum kepada
Lia.
"Semua lirik lagu-laguku
memang dari pengalaman
pribadi, karena aku ingin apa
yang menjadi kisah hidupku
bisa aku rekam dalam bentuk
sebuah seni dan akan menjadi
kenangan yang sangat
berharga bagiku nantinya,"
jelasku lebih jauh.
"Oh iya, kita sudah lama
ngobrol nih tapi belum
mengenal nama masing-masing
diantara kita" sahut Lia
spontan. Lia mengawalinya
dengan menyodorkan
tangannya..
"Lia.." ujarnya pendek. Yang
kemudian giliran aku utuk
melakukan hal yang sama.
"Adietya," sahutku juga.
Dari perkenalan yang singkat
itu, kami sudah saling akrab
seperti layaknya teman lama.
Saat itu juga dia memutuskan
pergi besok paginya untuk
mengisi acara liburannya
dengan snorkeling di sebuah
pulau kecil yang sepi dan
berpasir putih.
Waktu menunjukan pukul
08.00 WITA, sesuai janjiku
dengan Lia. Aku sudah berdiri
di depan kamarnya dan
kemudian aku mengetuk
pintunya. Tak lama ada
sahutan dari dalam.
"Pagi Adiet.. Tunggu bentar
yah, aku sudah siap kok,"
Dalam hitungan menit Lia
sudah keluar dari kamarnya.
"Ayo kita berangkat!"
katanya kemudian.
Dengan berjalan menyusuri
pantai kita menuju ke perahu
motor yang sudah aku pesan
semalam. Sebelum naik ke
atas perahu motor, aku
mengambil peralatan
snorkeling untuk kita berdua
berupa dua pasang masker
berikut finnya. Dalam
perjalanan menuju pulau kecil
yang hanya membutuhkan
waktu 45 menit, aku
menjelaskan pemandangan
sekitar kita saat itu. Di
samping kiri ada
pemandangan Gunung Agung
dari kejauhan, namun cukup
jelas karena cuaca begitu
bagus pagi itu.
Sesampainya di tujuan aku
dan Lia turun dari perahu
motor dan kita lanjutkan
dengan berjalan kaki
menyusuri hamparan pasir
putih. Aku sudah membuka
kaos saat di perahu motor
tadi, dan hanya mengenakan
celana renang ketika menuju
lokasi snorkeling. Tak lama
setelah sampai di bawah
rindangnya pohon cemara, Lia
membuka kaos nya dan
terpampanglah suatau
pemandangan yang membuat
jantungku berdetak sesaat.
Saat itu Lia mengenakan
bikini warna biru tua yang
kontras dengan warna
kulitnya yang putih mulus.
Mataku tertuju di tonjolan
dadanya yang aku perkirakan
berukuran 36b. Kemudian
pandanganku beralih kebawah
menuju pahanya yang mulus
di topang oleh sepasang kaki
jenjangnya, menjadikan
pesona tubuh Lia semakin
sempurna. Aku hanya bisa
menelan ludah saat itu dan
berhayal seandainya aku bisa
memeluk tubuh yang sexy itu
betapa beruntungnya diriku.
"Hai.. Kenapa melamun?"
tegurnya mengejutkanku.
"Aku sudah siap nih" sahut Lia
melanjutkan.
"Baiklah kalau begitu" ujarku
menimpali tegurannya.
Ini adalah pengalaman
pertama bagi Lia untuk
snorkeling, dan sebelumnya
Lia minta di ajarin sampai
bisa. Hal yang paling sulit
adalah saat bernafas melalui
mulut, karena seluruh wajah
tertutup oleh masker, kecuali
bagian mulut.
Dengan penuh kesabaran aku
mengajari cara-cara
snorkeling yang umum
dilakukan. Pertama aku
membantunya memasang
masker yang mana saat itu
aku berdiri begitu dekat
dengan nya, aroma khas
tubuh Lia tercium sesaat,
ketika aku membetulkan anak
rambut yang menutupi raut
wajahnya.
Kemudian Lia memasang fin
sendiri, tanpa aku bantu. Tak
lama berselang tubuh kita
berdua sudah masuk ke
dalam air. Perlahan aku
berenang beriringan dengan
Lia menuju ke tengah, yang
aku perhatikan gaya
berenang Lia sangat bagus.
Setelah pengenalan di air
cukup, akhirnya aku
berenang agak menjauh,
untuk memberikan
kepercayan buat Lia
melakukan snorkelingnya.
Dari dalam air, beberapa kali
aku sempat memandangi
bentuk tubuh Lia yang aduhai
dari arah belakang saat dia
berenang, mulai dari belahan
pantatnya yang ranum
sampai ke tonjolan di
dadanya yang menantang.
Kembali aku berenang
beriringan dengan Lia untuk
meyakinkan kalau dia baik-
baik aja. Saat sedang
asyiknya kita berenang, tiba-
tiba kaki Lia kram. Dengan
tindakan spontan aku
memeluknya, agar tidak
tenggelam dan membawanya
ke sebuah batu karang besar
yang menonjol di tengah laut.
Kita berdiri di atas batu
karang yang, masih
menyisakan bagian leher kita
yang tidak tenggelam.
"Thanks ya Diet.. Atas
bantuannya," Ujar Lia sesaat
setelah kejadian itu.
"Sama-sama," timpalku
kemudian.
Setelah acara snorkeling yang
melelahkan, kita bersepakat
untuk istirahat di bawah
pohon cemara yang ada di
tepian pantai. Sambil ngobrol
tentang pribadi kita masing-
masing, Lia meluruskan
kakinya yang jenjang di
hamparan pasir putih. Lia
bercerita tentang kisah
asmaranya dengan mantan
pacarnya yang berakhir,
karena cowoknya yang super
sibuk sudah jarang lagi
memperhatikannya.
Aku berusaha menghiburnya
dengan mengatakan, kalau
seandainya kalian tulus saling
mengasihi hal itu tidak akan
terjadi dan yang lebih
terpenting adalah
kedewasaan pasangan itu
sendiri dalam menentukan
sikap. Sepertinya Lia sangat
senang dengan pendapatku
yang demikian, hal itu terlihat
dari sikapnya yang terpancar
lewat senyumnya yang
mengembang.
"Makasih ya Diet.. Kamu sudah
mau menjadi teman
curhatku," sahut Lia
kemudian.
Aku hanya tersenyum sambil
mengatakan, "Saat ini aku
sudah bisa membuat kamu
tersenyum, mungkin saat lain
kamu yang akan membuatku
tersenyum." timpalku pelan.
Tak terasa kedekatan ini
membuat tubuh kita semakin
dekat, aku mendahuluinya
dengan merengkuh tubuhnya
untuk merapat ke pelukanku.
Lia hanya diam sambil tersipu
malu.
"Betapa bahagianya seorang
cowok jika mendapatkan
dirimu Lia," lanjutku lagi.
"Kamu begitu baik, sabar,
cantik dan memiliki tubuh
yang sexy lagi," tambahku
kemudian
Yang di jawab dengan
senyumannya yang
mempesona. Dengan sedikit
keberanian aku mendekatkan
bibirku ke bibir Lia yang
terbuka basah yang kedua
matanya juga sudah
terpejam. Sangat beruntung
sekali suasana pantai siang
itu sepi dan yang lebih
menguntungkan lagi, karena
memang lokasi kita duduk
jauh berada di ujung. Dengan
lembut aku mengulum bibir Lia
yang ranum, dan terdengar
desahan halus darinya.
"Ohh.. Diet," desahnya.
Sembari membisikan kata-
kata mesra aku melanjutkan
ciumanku.
"Aku sayang kamu Lia,"
bisikku pelan.
Tanganku juga tak tingal
diam, dengan perlahan aku
mengelus punggung Lia yang
hanya di lapisi bikini tanpa
bra di dalamnya. Sesaat
tindakan ini membuat Lia
semakin terangsang yang
diiringi dengan sikap
memelukku erat.
"Oh.. Diet teruskan," desahnya
lagi.
Tanpa menghentikan
tindakanku, tanganku yang
satunya meremas payudara
yang berukuran 36b itu dari
luar bikini yang disambut
dengan desahan berikutnya.
"Ohh.." desah Lia kembali.
Perlahan aku mulai membuka
bikini Lia dari bagian atasnya
dan berhenti sesaat sampai di
pinggangnya, maka
tersembulah payudara Lia
yang ranum menggairahkan
dengan di hiasi ujung nya
yang merah dan mulai keras.
Sepertinya Lia mulai
terangsang sekali. Tanpa
menunggu lama lidahku
langsung mengecup
permukaan payudar Lia
dengan lembut dan pelan.
Lidahku menelusuri setiap
bagian payudaranya dengan
lincah.
Putingya aku hisap dengan
lembut, sesaat setelah Lia
bergetar pelan. Beralaskan
kain pantai warna biru, aku
merebahkan tubuh Lia yang
sexy pelan.
Aku melanjutkan kegiatanku
dengan memegang telapak
kaki Lia kemudian, sesaat
setelah Lia menelentang dan
mencumbui setiap jengkal
kakinya. Di mulai dengan
menjilati tepalak kakinya yang
mulus dan jari-jari kakinya
yang lentik. Lidahku juga
menghisap ujung jari-jari
kakinya, yang membuat Lia
semakin menggelinjang lembut.
"Oh.. Diet.. Kamu pintar
menaikkan gairahku,"
desahnya pelan.
Berikutnya lidahku berpindah
untuk memberikan kepuasan
lagi ke bagian tubuh Lia yang
lain. Kali ini adalah bagian
lehernya yang aku mulai
dengan mencumbu bagian
belakang telinganya. Kembali
Lia mendesah pelan..
"Ohh.. Teruskan Diet,"
desahnya.
Setelah cukup lama tangan
Lia berdiam diri, akhirnya
tergerak juga untuk
mengambil bagian di
kesempatan ini. Tonjolan di
celana renangku sudah begitu
keras, setelah tangan Lia
masuk membelai penisku
dengan lembut.
"Oh.. Lia.. Sss.." desahku
kemudian.
Kemudian aku lanjutkan untuk
membuka sisa dari bikini Lia
yang di pinggang dengan
menariknya kebawah sampai
ke pangkal kaki. Dengan
lembut aku menjulurkan
lidahku ke bagian perut Lia
yang ternyata dia sedikit
kegelian.
"Hek.. Geli Diet," ujarnya.
Seketika aku menghentikan
menjilati bagian perutnya,
yang aku lanjutkan dengan
menjlati pahanya bagian
dalam yang berakhir di
pangkalnya yang berbulu
hitam dan sangat lebat, tapi
tertata rapi dan beraroma
khas.
Tak lama berselang aku
menjulurkan lidahku ke bibir
luar vagina Lia dengan
lembut. Hal ini menimbulkan
sensasi tersendiri buat Lia.
"Ohh.. Diet.. Sss.." desahnya
bergetar.
Kemudian aku lanjutkan
dengan menjulurkan ujung
lidahku di clitorisnya yang
sudah menonjol dikit. Tubuh
Lia semakin bergetar setelah
menerima perlakuan lidahku.
"Ohh.. Enak.. Sayang.."
desahnya pelan. Lendir di
lubang vagina Lia semakin
deras keluar, menandakan
kalau Lia begitu terangsang
hebat.
"Ohh.. Diet.. Masukin sekarang..
Sayang.." pintanya mesra.
Sambil merangkak aku kembali
menciumi bibir Lia yang
terbuka, karena menahan
rangsangan yang hebat.
Dengan lembut aku memegang
penisku dan mengarahkan
nya ke lubang vagina Lia
pelan. Tanpa kesulitan aku
melesakan penisku ke dalam
lubang vagina Lia, karena
lendir Lia cukup memudahkan
bagi penisku untuk
menyeruak ke bagian dalam
vaginanya.
"Ohh.. Tekan lebih dalam..
Diet.." pintanya kemudian.
Yang diiringi dengan bibirnya
mendesis lirih.
"Ssshh.." desis Lia. Perlahan
dan lembut aku memaju
mundurkan pinggulku untuk
menusukkan penisku lebih
dalam lagi.
Sret.. Sret.., irama penisku
beradu dengan vagina Lia.
Setelah cukup lama
bersentuhan, terasa tubuh
Lia bergetar dan mendesirlah
cairan di dalam vagina Lia
dengan hangat, menyirami
kepala penisku. Lia mencapai
orgasmenya di barengi
dengan jeritan nya yang
menggairahkan.
"Diet.. Aku sampai.. Ohh.."
teriaknya lembut.
Kemudian aku mengecup bibir
Lia dengan lembut, dan
kembali memaju mundurkan
penisku. Dalam beberapa saat
aku merasakan tanda-tanda
akan mencapai puncak,
seketika aku mempercepat
kocokan ku ke dalam vagina
Lia. Sret.. Sret.. Sret, bunyi
penisku beradu dengan
vagina Lia. Bergetar tubuhku
saat aku menyemprotkan
spermaku ke dalam vagina Lia
dengan deras, sambil memeluk
erat tubuh Lia yang sexy.
"Ohh.. Sayang.. Enak.. Sekali.."
jeritku sesaat setelah
spermaku membasahi seluruh
bagian dalam vagina Lia.
Setelah itu aku kembali
mengecup bibir Lia dengan
lembut dan membisikkan
kata-kata..
"Makasih yah sayang.. Kamu
sudah membahagiakan aku,"
bisikku lembut.
Begitulah seterusnya kisah
cinta antara aku dan Lia
yang berujung hubungan lebih
serius sepulang nya Lia Ke
Jakarta.
Sampai di sini dulu kisahku,
nantikan kisahku yang
lainnya.
TAMAT
 

Top